KELUARGA
Berkomunikasi merupakan hal yang sifatya wajib bagi seluruh makhluk
hidup untuk saling berinteraksi satu sama lain. Jika tidak ada komunikasi, maka
manusia ataupun hewan tidak akan bisa hidup karena kita hidup dengan saling
berkomunikasi. Contohya saja dalam suatu keluarga apabila tidak ada komunikasi
maka yang ada hanyalah seperti kumpulan mayat hidup yang hidup di dalam satu
rumah. Berkomunikasi tidak hanya secara lisan diucapkan. Akan tetapi bisa dalam
bentuk bahasa tubuh.
Dalam
hidup kita, orang-orang yang paling sering berinteraksi dan saling
berkomunikasi dengan kita tentu adalah keluarga kita sendiri. Saya akan memulai
bercerita dengan komunikasi yang paling sederhana dan yang setiap orang
lakukan. Oleh karena itu di sini saya akan membahas tentang bagaimana cara berkomunikasi
dalam keluarga saya sendiri. Cara menyampaikan informasi setiap orang kadang
berbeda, begitu juga di keluargaku ini. Setiap anggota keluarga selalu punya
cara masing-masing dalam memberi informasi. Keunikan masing-masing akan saya
paparkan di sini.
Saya tinggal
di rumah yang sederhana dengan ayah, ibu, adik, serta nenek. Sebenarnya saya
punya seorang kakak tetapi ia sekarang sudah bekerja dan tinggal di Jakarta. Kita
dapat dikatakan sebagai keluarga yang hidup bahagia. Kami punya banyak waktu
luang untuk berkumpul bersama dan bercanda bersama. Hal ini sangatlah penting
bagi kami sebab komunikasi antar anggota keluarga merupakan hal yang penting
untuk keharmonisan keluarga. Bayangakan saja apabila dalam keseharian orang tua
serta anaknya tidak dapat punya kesempatan untuk saling berkomunikasi dan
saling mengenal, maka mereka akan hidup seperti orang asing. Ada satu contoh yang
berasal dari teman ibu saya. Teman ibu saya ini mempunyai seorang anak yang
dari kecil jarang berinteraksi dengan ibunya. Hal ini disebabkan teman ibu saya
ini sibuk bekerja hingga tidak punya kesempatan untuk bersama dengan anaknya
sehingga anak teman ibu saya ini hanya dekat dengan ayahnya. Setiap anak ini
bersama dengan ibunya, ia terlihat seperti bukan anaknya sebab bahasa tubuhnya
mengatakan bahwa ia merasa tidak nyaman dengan ibunya. Hal seperti itu tentu
jangan sampai terjadi pada keluargaku nantinya. Orang tua apalagi seorang ibu
seharusnya menjadi orang terdekat kita. Bukannya seperti orang lain. Untuk itu,
sebagai orang tua hendaknya kita selalu meluangkan waktu untuk saling
berkomunikasi dengan anaknya meski hanya sebentar. Hal ini untuk menjaga
hubungan baik dalam suatu keluarga.
Kembali lagi
dengan keluarga saya. Setiap hari minggu adalah hari keluarga bagi kami.
Sebenarnya tidak selalu hari minggu saja, setiap hari juga merupakan hari
keluarga. Akan tetapi, pada hari itu, kami bisa berkumpul bersama dari pagi.
Biasanya setiap hari minggu pagi ayah dan ibuku selalu pergi berbelanja di
pasar Ngasem di dekat tamansari. Pulang-pulang mereka selalu membawakan kami
aneka jajanan favorit tanpa diminta. Hal ini tentu membuat saya dan adik saya
senang.
Ada hal
menarik mengenai ibu dan ayah saya. Entah karena alasan apa hal ini bisa sering
terjadi, mereka sangat sering melakukan hal yang sama meski tanpa adanya
komunikasi terlebih dahulu. Contohnya saja setelah pulang menjemput adik dari
TPA, kadang-kadang ibu saya pulang dengan membawa makanan dan ketika sampai di
rumah ternyata ayah saya yang pulang dari kantor juga membeli makanan yang
sama. Selain itu, ada juga keadaan ibu saya ingin membeli suatu barang tetapi
belum sempat membeli. Akan tetapi, ketika ayah saya pulang dari kantor,
ternyata ayah saya sudah membelikan barang tersebut tanpa diminta sebelumnya. Bahkan
hal ini tidak hanya terjadi satu atau dua kali saja, akan tetapi sangat sering
terjadi. Mungkin memang yang namanya sudah berjodoh hingga tanpa ada komunikasi
sebelumnya pun mereka sudah mengetahui keinginan masing-masing. Hal ini
menunjukkan komunikasi ada pula yang tanpa interaksi secara langsung.
Tujuan
dari berkomunikasi adalah menyampaikan pesan atau mengetahui pesan yang akan
diberikan. Dalam berkomunikasi, kadang kita tidak langsung mengetahui apa yang menjadi
pesan dalam perkataan atau dengan cara komunikasi yang lain. Sebab kadang pesan
itu diberikan secara tersirat. Sehingga kita harus mengetahui makna dari pesan
tersebut. Di rumah saya tinggal dengan nenek. Nenek saya yang satu ini sangat
suka dengan yang namanya berbicara. Setiap hari tidak ada hari tanpa
celotehannya. Saking sukanya ia berbicara sampai-sampai meski ia sedang sendiri
dan tidak ada orang yang diajak berbicara ia akan tetap asik berbicara. Hal yang
ia bicarakan macam-macam, tergantung apa yang sedang ia pikirkan. Apabila kita
mendengarkan semua celotehannya, kita akan mendapat banyak pesan di dalamnya. Akan
tetapi, pesan utama dari semua hal yang ia celotehkan hanya ada satu. Yaitu
menunjukkan bahwa ia sedang dalam keadaan sehat. Sebab apabila ia sedang tidak
banyak berbicara itu menunjukkan bahwa ia sedang sakit. Dan hal itu ternyata juga
berlaku terhadap adikku.
Adikku
yang satu ini sangat tidak bisa diam. Setiap saat selalu berceloteh hal yang menurut
saya sangat tidak jelas. Akan tetapi, apabila ia sedang sakit ia hanya akan
terdiam dan tidak banyak melakukan aktivitas.
Itu
tadi kehidupan keluargaku dalam berkomunikasi. Kami selalu mengupayakan
mengenal satu sama lain sehingga jika ada masalah segera diketahui dan
diselesaikan bersama. Kehidupan tanpa berkomunikasi itu sama saja palsu sebab
untuk hidup kita pasti perlu berkomunikasi dengan Yang Di Atas juga.#bridgingcourse04
Komentar
Posting Komentar