ALASAN MENGAMBIL ILMU KOMUNIKASI UGM




Menentukan sebuah jurusan saja sangat sulit bagi saya karena saya masih tidak memiliki gambaran akan jadi apa ketika saya sudah besar nanti. Menentukan sebuha jurusan sangat sulit sebab sangat menentukan kehidupanku selanjutnya. Untuk itu, saya membuat daftar jurusan yang ada di Indonesia. Lalu saya baca satu persatu dan membayangkan apa yang akan saya lakukan jika masuk ke jurusan tersebut. Jurusan yang berhubungan dengan kesehatan seperti kedokteran, keperawatan, farmasi langsung saya coret dari daftar minat. Sebab bukan karena saya takut tidak bisa masuk tetapi karena saya tidak menyukai hal berbau kesehatan karena tidak menyukainya. Kemudian pindah ke jurusan teknik. Jurusan teknik ini banyak sekali diminati oleh anak dari jurusan IPA. Pertama, saya cukup tertarik dengan teknik industri. Sebab, saya membayangkan jika saya berkuliah di situ saya tidak terlalu banyak belajar fisika yang membuat otak saya pusing. Selain itu saya nantinya akan dapat bekerja di pabrik-pabrik besar. Akan tetapi, ternyata banyak anak yang tertarik masuk teknik industri di sekolah. Sehingga saya memutuskan untuk tidak mengambil jurusan tersebut. Setelah melihat daftar jurusan IPA ternyata saya tidak tertarik dengan semua jurusan yang ditawarkan.
Setelah itu, saya melihat jurusan apa saja yang ada di jurusan IPS. Sebenarnya pertama-tama saya juga tidak terlalu tertarik dengan jurusan IPS. Sehingga hal ini membuat saya stress dan sempat berpikir untuk tidak kuliah. Akan tetapi, kalau saya tidak kuliah mau jadi orang macam apa aku nanti. Sebenarnya dari awal ibuku selalu menginginkanku untuk menjadi seorang dokter atau kuliah di jurusan ekonomi agar aku bisa menjadi orang sukses yang mempunyai banyak uang. Tapi sayangnya saya bukan orang yang gila harta atau bekerja hanya demi mempunyai uang yang banyak. Akan tetapi, saya ingin menjadikan sebuah pekerjaan menjadi sebuah kesenangan hidup. Sehingga uang bukan nomer satu bagi saya. Baru-baru ini saya sedang menyukai kpop yang sedang popular. Saya sering melihat acara-acara tentang mereka di internet.
 Melihat acara-acara tv korea, saya menjadi tertarik untuk bekerja di balik layar. Membayangkan betapa senangnya jika bisa bertemu dengan orang-orang yang saya kagumi. Selain itu saya juga cukup senang mengarang cerita yang sayangnya tidak pernah saya tuliskan, hanya saya bayangkan. Lalu melihat seorang MC yang dengan lihainya berbicara membuat saya ingin menjadi seperti itu. Sehingga saya memilih jurusan komunikasi menjadi pilihan saya. Akan tetapi, kenyataan bahwa saya adalah seseorang yang cukup pendiam, susah bersosialisasi dan takut menyampaikan pendapat membuat saya ragu masuk ke jurusan tersebut. Akan tetapi, saya berpikir bahwa saya belajar karena tidak bisa. Sehingga saya harus berani dengan harapan nantinya saya akan menjadi orang yang tidak ragu lagi dalam menyampaikan pendapat, mudah bergaul, dan bisa mencapai cita-cita. Untuk tempat kuliah, ayah saya menginginkan saya kuliah di luar kota, tetapi ibu saya tidak mengijinkan saya untuk belajar di luar kota. Sebenarnya saya ingin mencoba hal baru dan ingin belajar di luar kota. Karena saya menginginkan masuk jurusan komunikasi, akan lebih baik jika saya belajar di kota besar seperti Bandung atau Jakarta sebab akses komunikasi lebih baik di sana. Akan tetapi, saya berpikir pergaulan di sana terlalu bebas untuk anak lugu seperti saya. Saya takut terpengaruh hal-hal yang tidak saya inginkan. Selain itu, kriminalitas di sana cukup tinggi dan jauh dari pengawasan orang tua. Sehingga saya memutuskan untuk kuliah di Jogja dengan keamanan dan kenyamanan yang terjamin. Kemudian saya memilih UGM sebab universitas ini merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia.


#bridgingcourse01




Komentar