PEMASARAN BRAND DALAM INDUSTRI MUSIK


               Dunia hiburan sejak zaman dahulu selalu digandrungi banyak orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa serta oleh semua kalangan. Hal ini disebabkan setiap orang butuh hiburan yang bisa melepaskan sejenak kepenatan hidup mereka. Salah satu dunia hiburan yang selalu diminati adalah dunia musik. Musik merupakan salah satu cabang seni yang paling banyak dibutuhkan manusia sebab hampir setiap kegiatan manusia selalu menyertakan musik di dalamnya. Oleh sebab itu, tidak heran apabila hingga saat ini industri musik di seluruh dunia semakin maju sebab musik tidak akan pernah mati atau akan selalu ada di hati setiap orang.
            Dengan adanya musik di hati setiap orang, hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha menjadi sebuah bisnis menjanjikan yang dapat menghasilkan banyak keuntungan. Semuanya tinggal tergantung pada pengelolaan suatu perusahaan tersebut. Saat ini industri musik semakin berkembang, persaingan antar perusahaan musik semakin ketat untuk menghasilkan musik yang menarik dan diminati oleh banyak kalangan. Para komposer musik handal banyak dicari untuk membantu dalam perang industri hiburan ini. Perang kreatifitas pun terjadi di sini untuk memperebutkan pasar musik dunia.
            Segala cara bisa ditempuh untuk meningkatkan produksi musik agar semakin diminati. Salah satu caranya adalah mencari bibit-bibit unggul para pemusik lalu dipadukan dengan sebuah konsep yang matang. Suara atau ketampilan bermusik  yang baik sangat diperlukan dalam industri musik sebab itu merupakan modal utama untuk masuk ke dunia hiburan yang keras. Meski terlihat glamor dan menyenangkan, tetapi di balik itu semua untuk terjun ke dunia hiburan sebenarnya tidaklah mudah seperti yang dibayangkan. Tidak cukup hanya seperti memetik buah apel. Perjuangan yang keras, modal yang cukup serta pantang putus asa sangat dibutuhkan di sini. Semua hal bisa terjadi di dunia yang tidak pernah tidur ini.
            Dalam industri musik saat ini, ternyata tidak hanya suara dan ketrampilan bermusik saja yang dicari sebagai modal utama. Ada modal lain yang saat ini sangat dibutuhkan, yaitu penampilan fisik. Penampilan fisik penyanyi ataupun pemusik sangat mendukung kesuksesan industri musik sebab dengan adanya penampilan fisik yang baik ternyata akan lebih menarik perhatian para penikmat musik . Modal dalam hal penampilan fisik ini lebih ditujukan kepada para generasi muda seperti para remaja sebab merekalah penikmat sekaligus konsumen musik terbesar. Dalam hal ini, bisa dipastikan apabila sebuah grup atau penyanyi solo mempunyai suara merdu serta ditambah dengan penampilan fisik yang lebih menarik maka akan lebih banyak digemari daripada yang penampilan fisiknya biasa apalagi suaranya juga hanya biasa-biasa saja. Contoh dari kasus ini bisa dilihat dari penyanyi fenomenal Justin Bieber. Suara emas dan tampang rupawannya dapat menjerat banyak hati penggemarnya yang sebagian besar adalah para remaja terutama remaja putri. Hal ini membuat perusahaan yang melabeli Justin Bieber tersebut mendapat keuntungan sungguh diinginkan oleh banyak orang.
            Oleh sebab itu, perusahaan musik saat ini lebih banyak mencari penyanyi yang mempunyai wajah rupawan untuk meningkatkan produksi mereka. Salah satu contohnya ada pada industri musik korea di mana mereka lebih banyak memproduksi boyband dan girlband dengan anggota yang semuanya memiliki fisik yang menawan. Hasil yang didapat pun sangat memuaskan apabila dilihat saat ini tidak ada yang tidak mengenal k-pop. Hampir di seluruh dunia sedang terkena deman k-pop yang melanda tidak hanya pada kawasan asia tetapi juga Amerika dan Eropa. Gebrakan industri musik korea ini tentu mengundang banyak perhatian dari seluruh dunia.
            Dari semua hasil kesukesesan yang diraih dalam industri musik tersebut tidak terlepas karena adanya ketrampilan komunikasi yang baik dari para komunikator perusahaan atau biasa dikenal dengan nama public relation . Adanya public relation sangat penting dalam pemasaran industri musik  sebab merekalah yang mengenalkan berbagai macam hal yang ada dalam perusahaan kepada masyarakat. Pencitraan yang baik dalam suatu perusahaan amat sangat membantu dalam hal pemasaran hasil produksi mereka. Suatu perusahaan mungkin mempunyai sebuah hasil produk yang baik, akan tetapi produk tersebut tidak akan berguna apabila tidak dikenalkan kepada orang lain. Peningkatan hasil produksi, itulah hal yang selalu ingin diraih setiap perusahaan. Berbagai cara bisa dilakukan untuk melakukan pencitraan yang baik demi kepentingan perusahaan.
            Dalam hingar bingar pesta kesuksesan industri musik dunia ternyata bukan hanya para perusahaan industri musik saja yang menikmatinya. Berbagai macam perusahaan yang terlibat dalam produksi ini turut serta merasakan manisnya memetik buah dari hasil produksi industri musik. Perusahaan tersebut memanfaatkan industri musik untuk memperkenalkan produk dari brand mereka. Contohnya saja pada pakaian dan aksesoris yang dikenakan oleh para penyanyi papan atas. Mereka sudah lekat dengan nama-nama brand terkenal dari pakaian atau akesoris yang biasa mereka kenakan. Misalnya saja sebuah perusahaan pakaian mensponsori sebuah grup musik dengan memberikan pakaian hasil produksi mereka agar dipakai saat pentas atau berbagai acara lalu mempromosikannya dengan mengambil beberapa atau seluruh anggota grup tersebut menjadi model mereka. Para penggemar yang menyukai grup tersebut tentu akan tertarik untuk membeli baju yang sama dengan apa yang dikenakan oleh artis idola mereka. Oleh karena itu hasil penjualan pakaian dari brand mereka tentu akan meningkat.
Seorang penyanyi papan atas apalagi yang digemari oleh banyak orang tentu akan selalu menjadi sorotan tentang segala hal mengenai dirinya mulai dari pakaian yang mereka kenakan atau apa yang biasa mereka lakukan. Masyarakat pun cenderung suka meniru kebiasaan mereka terutama para remaja. Kutanegara,dkk (2006: 176) menyatakan, “Ketika menginjak remaja khususnya remaja perempuan cenderung mengidolakan seorang figur yang menjadi idola sehingga mulai meniru fashionnya.” Bagi mereka yang menyukai berbelanja barang-barang yang biasa dikenakan oleh artis idola mereka bahkan hingga para shoppaholic tentu akan menjadi sasaran empuk target pemasaran brand tersebut. Mereka akan rela mengeluarkan sebagian uang mereka demi membeli barang yang berhubungan dengan sang artis tersebut. Terlebih lagi para penggila belanja yang rela berbelanja hingga ke berbagai belahan dunia tanpa peduli kaki bengak demi memuaskan hasratnya.
Selain pakaian, banyak juga berbagai macam perusahaan lain yang mengambil keuntungan dari industri musik seperti produk kosmetik. Ada sebuah perusahaan kosmetik yang dengan sengaja meminta pada sebuah perusahaan musik untuk membuatkan lagu yang akan digunakan untuk mempromosikan produk mereka dan dinyayikan oleh penyanyi yang cukup terkenal dan cocok untuk mempromosikannya. Hal ini terjadi di beberapa tempat contohnya di korea. Mereka memanfaatkan sebuah grup idola dan seorang artis yang juga berasal dari grup idola untuk menyanyikan sekaligus menjadi model brand produk tersebut. Dan hal itu sering dilakukan dalam industri musik korea.
            Dilihat dari semua hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa pemasaran industri musik tentu tetap tidak bisa luput dari peran media massa untuk menyebarkan informasi terkini tentang industri musik dunia. Bungin (2006: 85) menyatakan, “Media massa adalah institusi yang berperan sebagai agent of change, yaitu institusi pelopor perubahan.” Oleh karena itu, media massa sangat penting sebagai institusi yang menjembatani antara industri musik dan masyarakat dunia. Dalam sebuah pemasaran, media sangat penting guna memperkenalkan produk yang dihasilkan hingga membentuk suatu image tertentu. Media pun seperti menjadi kunci kesuksesan suatu pemasaran brand tertentu dan hal tersebut memang benar adanya. Sebab sebagus-bagusnya sebuah produk apabila tidak didukung oleh media maka akan percuma.
            Sebagai yang memegang peranan penting seperti dalam hal pemasaran, maka skill para pemegang media harus dilatih dan diasah sebaik mungkin agar menjadi komunikator yang baik. Kemampuan berkomunikasi yang baik dan benar harus dikuasai terutama dalam situasi percakapan yang sulit. Etika dalam berkomunikasi juga sangat perlu diperhatikan untuk tetap menjaga norma yang ada. Dalam mempromosikan suatu brand baru misalnya, media yang dipercaya mempromosikan harus cerdas dalam memilih kata-kata yang tepat untuk promosi produk tersebut. Apabila seorang perwakilan diundang tampil dalam sebuah acara talkshow untuk memperkenalkan produknya, maka ia harus menyiapkan materi tentang apa yang harus diampaikan. Sebisa mungkin himpun informasi yang benar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan menurunkan citra produk ataupun perusahaan asal.
            Musik memang sangat menarik dan dibalik itu ternyata juga menyimpan banyak hal yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai macam orang. Sebuah pemasaran brand dalam industri musik kini sedang marak terjadi.  Dalam setiap peluncuran sebuah album baru atau penyanyi baru akan selalu banyak ditemukan sebuah brand perusahaan non-musik yang ikut terlibat di dalamnya. Memang agaknya hal tersebut sedang menjadi langkah populer yang diambil untuk meningkatkan produktivitas perusahaannya. Hal tersebut dirasa tidak menjadi suatu masalah asalkan tidak menurunkan kualitas dari produktivitas suatu karya musik itu sendiri. Asal keduanya saling menguntungkan, relasi antara perusahaan musik dengan melekatnya sebuah brand tertentu dalam industri musik tersebut bisa menambah warna dalam pesta kemeriahan dunia hiburan, khususnya industri musik dunia. 

#bridgingcourse011

Komentar